Pentingnya sebuah motivasi dalam tiap tindakan

Sebenarnya postingan ini udah ditulis sejak agustus 2008 lalu. Wah lama banget yaa…tapi ya gitu, masih gak pede kalo tulisan pribadi dibaca orang. Tapi kapan lagi ingin berbagi ya kalo tulisan ringan kayak gini aja gak mau diposting di blog pribadi…

ini dia nih tulisan kadaluarsa…

Aku butuh sekali motivasi itu. sebagai orang dewasa kenapa aku serasa makin sulit untuk memotivasi diri sendiri. Mungkin karena selama ini interaksi sosialku terbatas sekali, tingkat persaingan rendah, hampir tidak punya orientasi (dalam artian pencapaian karier). Tapi sekarang pelan-pelan aku sudah mulai berfikir untuk produktif secara keilmuan, juga produktif secara finansial. Memercayakan seluruh hidupku pada suami saja sepertinya cermin dari ketidakmampuanku untuk melakukan hal lain yang lebih baik. Ditambah lagi suamiku bukan tipe orang yang senang jika istiny banyk terlibat di publik.

Yah,…pada dasarnya aku sangat menikmati kehidupanku yang sekarang. Merawat anak yang sedang lucu-lucunya, aktif-aktifnya. Saking aktifnya aku sering kali tidak bisa melakukan apa apa kecuali mendampinginya bermain, makan, minum tidur dan aktivitas biologis lainnya. Aku memaksimalkan waktuku bersama anak karena diam-diam dalam diriku ada sebuah obsesi, aku ingin agar anakku tumbuh menjadi unggul. Aku ingin tau seperti apa ia nanti setelah mendapat pendampingan dari ibunya penuh, tanpa pengasuhan orang lain. Hanya ummi dan abinya, kalaupun ada sekali-kali mbahnya.

Kembali ke motivasi. Katakanlah ini adalah awal dari tekad bulatku untuk memulai menulis, menyempatkan waktu at night just to write write and write. Mungkin akan butuh waktu panjang untuk membuktikan bahwa aapakah aku sebenarnya bisa menjadi manusia yang tidak biasa-biasa saja. Artinya manusia yang tidak biasa saja adalah manusia yang bisa memberikan nilai pada sesamanya. Tentu saja dengan knowledge dan skill yang dimiliki. Melahirkan sebuah karya harus dimulai dari cuilan-cuilan uji coba. Aku berharap dengn langkah perlahan ini aku bisa meraih puncak kesuksesan dimana aku bisa mengalahkan diriku sendiri, yang penuh dengan kemalasan, rasa tidak percaya diri, serta hobi menunda-nunda pekerjaan penuh karya.

Dengan sedikit bantuan, kemudian ditambah bantuan, dan bantuan lagi aku benar-benar berhara bisa. Artinya di tiap langkah kita membutuhkan bantuan dari orang-orang yang sudah memiliki karya nyata. Newsletter dari mas jonru cukup membuatku semangat lagi menggerakkan jari jemari untuk menumpahkan segala yang ada dalam otakku, segala apa yang ada dalam jiwaku. Obsesi dan motivasi harus digandengkan agar semakin kuat langkahku memulai sebuah karya. Karya yang tak harus besar dan bertebar dimana-mana. Tapi karya yang sederhana dan cukup berarti buat diriku dan sesama.

Jika hari ini aku menjalani peranku sebagai seorang ibu yang sering memberi motivasi positif pada anakny, kenapa aku harus gagal memberi motivasi untuk diriku sendiri. Aku tumbuh dan berkembang sebagai orang dewasa yang pada akhirny akan menjadi tua. Tentu saja harus mengisi rentang waktu menuju tua dengan hal yang berguna, sarat dengn karya, nilai dan manfaat. Seperti juga halnya anakku yang tumbuh dan berkembang di usia dininya yaitu enambelas bulan, lebih tepatnya setahun empat bulan. Dia butuh motivasi positif dari ibunya

….ups,dia ngelilir….bersambung…harussssss…ending 22:43

Posted on March 6, 2009, in My Day Dreaming and tagged , , . Bookmark the permalink. 1 Comment.

  1. jadi ibu adalah sisi unik dari seorang wanita. benar-benar ikhlas menjalaninya bisa membawa efek luar biasa dalam hidup. terus nulis deh ummi izza

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: