Memilih Mainan Untuk Menunjang Tumbuh Kembang Anak Kita

Memiliki seorang anak adalah anugerah terindah yang diberikan Allah kepada para orangtua. Anugerah terindah, sebab dengan memiliki anak kita sebagai orangtua akan merasakan adanya rasa sensasi, rasa tanggungjawab, rasa bahagia luar biasa, rasa sedih bahkan terkadang ada rasa khawatir yang luar biasa dalam mengawal tumbuh kembang anak kita. Suka duka perasaan itu tentu menjadi sebuah dinamika yang rasanya sayang untuk tidak kita nikmati/ enjoy dalam menjalaninya. Saya sebagai seorang ibu yang kini memiliki seorang putri berusia 23 bulan, benar-benar merasakan sensasi itu. Begitu indah karena selalu ada hiburan gratis ketika kita bermain bersamanya, mendengar celotehannya, melihat kelakuannya yang begitu lucu. Karena memang pada usia ini adalah masa lucu-lucunya seorang anak.

Ingin rasanya di usia yang hampir genap 2 tahun, aku mulai mengevaluasi tumbuh kembangnya baik secara fisik maupun mental. Ada banyak hal baru sih sebenarnya yang sering tidak kumengerti dalam tumbuh kembangnya. Belakangan aku melihat Izza (sapaan anakku) lebih senang dengan permainan anak laki-laki. Tapi suatu saat dia juga cukup enjoy bermain dengan boneka kesayangannya yang sering dia panggil “adik”. Aku melihat dalam fantasinya dia ingin selalu bermain dengan teman sebayanya, bukan dengan ummi dan abi nya terus menerus. Cuma mungkin karena anak tetangga kebanyakan laki-laki, jadi dia lebih tertarik dengan permainan anak laki-laki, seperti bermain laying-layang, gasing, atau bermain bola. Aku berharap ini adalah sebuah kecenderungn yang wajar akibat dari pergaulan yang sering dilihatnya. Sebagai orangtua aku juga berusaha untuk membatasi jam mainnya di luar rumah, karena kalo mengikuti kemauan si anak, wah maunya explorasi luar ruang terus. Ujung-ujungnya kita orangtua sebagai pengasuh utama menjadi benar-benar kelelahan mengikutinya (capek deh…..).

Meskipun jadi orangtua itu memang harus capek yaa…. Awal menikah, pengennya cepet hamil, udah hamil pengennya anak cepet lahir, udah lahir pengen bayinya cepat besar, bisa berdiri, jalan sendiri dll. Terus kalo udah bisa jalan sendiri…bingung deh mengikuti kemana perginya si anak..

Alhamdulillah Izza tmbuh sebagai anak yang cukup pemberani dan relative mandiri. Dia senang bermain dengan siapa saja, gak peduli sebaya atau anak yang lebih besar darinya. Memang fitrah manusia terlahir sebagai makhluk social, sehingga anak-anak kita ketika mulai besar mereka selalu mencari yang namanya teman bermain. Tentu sebagai orangtua kita juga tidak ingin membiasakan anak terlalu liar dengan bermain terus-terusan di luar rumah dengan teman-temannya, sehingga sebagai alternatifnya kita harus bijak untuk memilih mainan yang benar-benar sesuai dengan usianya,tentu saja agar dia juga asyik bermain di rumah tanpa mengurangi haknya untuk bermain dengan teman-temannya. Baik itu permainan yang sifatnya merangsang perkembangan motorik, afektif maupun psikomotoriknya. Selama ini kami memilih mainan yang ringan buat Izza. Murah meriah tapi cukup membuatnya senang. Belakangan ia cepat bosan, kamipun mulai memilih jenis mainan lain, beberapa boneka binatang dan boneka cantik kami pilihkan untuknya. Masih kurang, kami membelikan sepeda untuk anak setahun yang lebih tepat disebut becak, karena ada boncengan safety dibelakangnya. Buku dan kartu bergmbar pun rutin selalu kami pilihkan untuknya agar dia tidak bosan melihat dan mendengar kami membacakan isinya.Kami sebagai orangtua juga berusaha untuk memperlakukan Izza seperti orang dewasa, artinya mencoba untuk memahami keinginannya. Sebab pada prinsipnya anak-anak kita adalah orang dewasa yang masih kurang pengetahuan. Dia butuh waktu dan pengalamannya untuk membuatnya menjadi manusia yang benar-benar dewasa.

Sebagai orangtua, tanggungjawab yang kita pikul tentu cukup besar. TErasa berat atau ringan sebenarnya tergantung knowledge kita sebagai orangtua dalam menghadapi setiap fase perubahan yang dilewati anak-anak kita. Fase bermain bagi anak merupakan fase penting, sebab dunia anak adalah bermain. Dengan bermain mereka belajar banyak hal, bermain membuat mereka merasa fun dan enjoy, sehingga perasaan enjoy dan senang akan membuat anak mampu menyerap hal-hal baru di masa awal tumbung kembang mereka.Memilih mainan anak mungkin kelihatannya sepele, tapi ternyata itu akan membawa dampak besar bagi proses belajar anak hingga ia besar nantinya.

Permainan tradisional Seperti main petak umpet, gobak sodor, dll yang dulu kerap kita lakukan mungkin zaman sekarang sudah amat jarang kita lihat dimainkan oleh anak-anak. Televisi, video game dan lain sebagainya telah menggantikan jenis-jenis permainan tradisional yang begitu kaya akan hikmah dan pelajaran. Mudah-mudahan kita sebagai orangtua cukup bijak untuk tidak membiarkan anak bersahabat erat dengan televisi dan video game yang jelas jelas cenderung mematikan kreativitas anak. Lebih mengenalkannya dengan buku dan mainan kreativitas lainnya lebih tepat untuk dilakukan agar saat besar ia tidak asing lagi berkutat dengan buku, sebab buku adalah jendela dunia dimana ia bisa melihat banyak hal disana. Tak harus segera bisa membaca di usianya yang dini, hal terpenting adalah dikenalkan dan diakrabkan saja buku dan kartu bergambar untuknya, InsyaAllah akan muncul kesenangan dalam dirinya bahwa buku selalu menemani dirinya disepanjang hidupnya.

Posted on March 24, 2009, in Our Babies and tagged , . Bookmark the permalink. 3 Comments.

  1. Memang harus selektif dlm memilih mainan guna menunjang tumbuh kembang anak. Baik dari segi edukasi maupun kesehatan. Dan juga segi keamanan.

  2. Ya.. begitu, ada hal yang mungkin bisa kita ikuti sebagai kegiatan rutin. misalnya sekarang di rumah ane ada acara rutin baca terjemahan qur’an dengan ekspresi yang menarik. atau bisa diselingi dengan cerita-cerita sahabat tau ahli hikmah, untuk menanamkan sifat yang baik.Tentunya….pake gaya pendongeng ulung. walau gak ada panggung tapi ini sekaligus menjadi rekreasi orang tua dan anak. selamat mencoba

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: