Sepetik Hikmah dari Mario Teguh dengan Golden Ways-nya

Mario teguh dengan Golden Ways nya telah memikat begitu banyak orang. Kata-katanya memiliki kekuatan yang bisa membuat orang berubah, baik cara pandangnya maupun sikapnya. Kesederhanaan kata dan ketulusan Mario Teguh membuat ia menjadi satu sosok yang bisa membuat bangsa ini menjadi super(setidaknya bangsa ini masih punya sosok seperti Mario). Meskipun itu melalui proses yang panjang.

Suatu kali saya pernah melihat acaranya Mario Teguh di Metro TV.
Satu hal yang menarik adalah dia mengatakan “jangan pernah menjadi orang malas. Siapakah Orang yang malas itu?Orang malas adalah orang yang istirahat sebelum merasa letih. jadilah orang besar yang sukses, karena orang-orang besar/sukses menunda istirahat meskipun mereka layak dan berhak untuk beristirahat”.

Pernyataan Mario Teguh di atas membuat saya sedikit tersindir. Mungkin sebagian kita (termasuk saya, tentu saja) sadar atau tidak lebih banyak istirahatnya ketimbang bekerjanya. Tentu saja kalo udah kebanyakan istirahat, produktivitas rendah. Maka layak, Indonesia menjadi bangsa yang lama majunya karena lumayan rendah produktivitasnya (rendah produktivitas adalah istiralah halus, kalau tidak mau dibilang bangsa yang malas). Lagi-lagi ini harus menjadi cambuk bagi diriku, juga bagi bangsa kita.

Hal lain yang pernah dikatakan oleh mario teguh (dengan salam super nya) adalah, di tengah hiruk pikuk pemilihan capres Indonesia, kita harus berfikir bahwa rejeki kita tidak ditentukan oleh siapa presidennya. Jadi tidak usah ikut berpusing ria, apalagi cemas dengan siapa presiden yang akan maju, sebab rejeki kita yang menentukan adalah Allah SWT dan kita menjemputnya dengan sikap dan usaha yang benar.

Statemen di atas mungkin tidak sepenuhnya benar, tapi tidak juga sepenuhnya salah. Tapi saya pribadi cenderung sepakat dengan pernyataan Mario Teguh. Kenapa, karena proses Pemilihan Pemilihan pemimpin tidak semata-mata persoalan sistem. Pola pikir setiap pribadi yang memandang nasibnya itu yang harus dirubah, jadi mereka hidup dan bersikap tidak bergantung pada apa yang ada di luar dirinya. Tokh sistem yang ada di Negara kita juga, kebanyakan adalah sistem siluman (tanpa bermaksud merendahkan usaha para politisi). Bukankah kemiskinan yang melanda bangsa kita tak lebih adalah akibat dari keserakahan pihak pejabat, politisi dan pengusaha tingkat atas. Masing-masing menyelamatkan pribadinya tanpa memikirkan orang lain. Benar mereka berusaha merubah nasib untuk jadi lebih baik, tapi usahanya adalah usaha yang tidak barokah.

Udah ah…ntar saya jadi bertambah dosa deh. Mudah-mudahan postingan kali ini membuat kita sedikit merenung dan bisa memetik sepenggal hikmah dari seorang Mario Teguh. Mungkin seharusnya politisi kita harus banyak-banyak introspeksi ulang deh. Dengerin tuh Mario Teguh di Mwtro TV…(duh, kok jadi kayak iklan TV expose gini)hehehehe.
Salam bloggers…

Posted on June 17, 2009, in My Day Dreaming and tagged , . Bookmark the permalink. Comments Off on Sepetik Hikmah dari Mario Teguh dengan Golden Ways-nya.

Comments are closed.

%d bloggers like this: